Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2025

Secercah Harapan di Balik Dinding Dapur

 Sore itu  Saat senja mulai menyapa  Mentari mulai meninggalkan singgasananya  Otak ku berpikir cepat  Kepada siapa kita harus berkiblat Mengapa sakit saat ada yang terasa sulit Mengapa kecewa saat duka datang menyapa Mengapa sedih saat hati terasa lirih  Lantas, kepada siapa sebenarnya kita bertuhan  Saat kau di sakiti makhluk namun kesal dan geram  Bukan kah memang tuhan yang ciptakan Bukan kah memang tuhan yang izinkan  Lantas, mengapa kau harus geram  Kemanakah nilai keikhlasan Ikhlas bukan mengizinkan kita tersakiti Ikhlas melatih kita kepada siapa kita menempatkan hati Kepada siapa kita menghamba Kepada siapa ujung amal baik kita  Tuhan ataukah manusia

Tuan dan Tuhan

 Aku pikir semua akan baik - baik saja  Aku berikan senyuman terbaik di setiap pagi yang datang Aku berikan usaha terbaik di setiap malam menjelang  Namun, teryata dunia tak sebaik - baik saja seperti itu.  Banyak hal yang harus di lalui Banyak hal yang harus di lewati. Dunia penuh hawa nafsu Setiap yang terlihat tidak akan terasa cukup, apapun tanpa rasa syukur  Secantik - cantik manusia tetap akan terasa kurang Semewah - mewah harta tetap akan terasa kurang  Tanpa rasa syukur Raungan suara hati ingin berteriak  Tersampaikann melalui sajak yang tak serak Aku lelah menuruti hawa nafsu dunia  Aku harus apa Jika jiwa terombang - ambing dengan nafsu orang lain  Karena sejatinya ikhlas mengajarkan kita untuk menemukan  Kepada siapa kita akan bertuan